Senin, 22 April 2013

believe if you can do it! (Karya: Dyah Setiyowati)

Kau bukan penyair yang indah
Tapi syair mu menyentuh kalbu

Kau bukan pemain yg tangguh
Tapi tendangan mu dapat mencetak gol

Kau bukan pelawak yang lucu
Tapi humor mu menghibur hati

Kau bukan pelari terkenal
Tapi laju mu sangat dikagumi

Yakin lah kalau kau bisa!

Ending Of Love (Karya: Dyah Setiyowati)


Terdampar ku di relung hatimu
Merayap gapai perhatian itu
Tertahan di jiwa yang tak ingin rapuh
I hope nothing teardrop touch my cheek

Kau beda dari apa yang ku kira
Lewat syair ini kusampaikan makna
Tak ada cinta yang sempurna
Tapi ku berusaha memberikan apa yang ku punya

Dulu Terkekang Sekarang Ku Berkuasa (Karya: Dyah Setiyowati)

Ketika mereka berbisik tentang angan mereka
Aku tertantang!
Tapi aku tak punya daya
Semangat ini tiba-tiba rapuh
Terlahir lemah dan penuh luka
Adakah harapan untuk ku?
Ketika sekitar tak mendukung ku

Setelah sekian lama ku rajut cerita
Kini raga dan jiwa mulai bangkit
Punya asa untuk mengapai
Perjuangan ku pun membara
Ku harap ini tak kan sia-sia

Selasa, 16 April 2013

Membangun Teknologi Nuklir: Indonesia Butuh Pemuda dan Tekonologi Masa Depan




Sudahkah Anda mendengar Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)? Mungkin bagi sebagian masyarakat masih terlalu asing terdengar. Karena Indonesia saat ini baru mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) dan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Sedangkan PLTN sendiri masih dalam perencanaan. Penasaran bukan? Jadi, mari kita telusuri lebih dalam lagi artikel ini.

Seberapa besar sih masyarakat di Indonesia yang mengetahui manfaat iptek nuklir? Menurut jejak pendapat PLTN di Indonesia Tahun 2012 yang saya baca di infonuklir.com ternyata pengetahuan responden terhadap iptek nuklir relatif masih rendah, yaitu sekitar 31,77% mengetahui manfaat iptek nuklir. Miris bukan? 

Pengetahuan saya sendiri mengenai manfaat iptek nuklir itu hanya sebagai energi/pembangkit listrik saja. Ternyata tidak hanya itu, iptek nuklir juga bermanfaat dalam bidang persenjataan/militer, kesehatan, pertanian, industri dan energi.  Dalam bidang persenjataan/militer yaitu p
enggunaan senjata nuklir atau dikenal dengan bom atom yang memiliki kekuatan sangat dahsyat sebagaimana telah digunakan di Hiroshima dan Nagasaki. Wow, menakutkan ya?! Tapi Indonesia kan cinta damai :) Dalam bidang kesehatan, radiasi dan zat radioaktif dapat digunakan untuk tujuan dan terapi suatu penyakit. Dalam bidang pertanian, dengan teknik mutasi, radiasi dapat digunakan untuk memperbaiki sifat tanaman, misalnya tingkat produktivitas, daya tumbuh, ketahanan hama dan penyakit, serta umur tanaman sehingga diperoleh varietas tanaman yang bersifat unggul. Wow, ternyata memiliki banyak manfaat! Tapi penjabaran saya masih sangat sedikit dari penemuan manfaat teknologi nuklir sekarang ini! Sekarang sudah pahamkan? Semua itu telah dikembangkan di Indonesia kecuali dalam hal pengoperasian pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Padahal, energi nuklir layak untuk dipertimbangkan dalam perencanaan energi jangka panjang bagi Indonesia guna mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Pertanyaan selanjutnya, bagaimana penerimaan masyarakat terhadap pembangunan PLTN di Indonesia? Dari jajak pendapat tersebut juga terungkap bahwa 52,93% setuju, sementara yang tidak setuju sebesar 24,23% dan sisanya 22,83% menjawab tidak tahu. Jadi, rencana pembangunan PLTN ini menjadi kontroversi karena adanya pro dan kontra.

Menurut kalian, penggunaan energi nuklir di Indonesia sudah diperlukan belum sih? Jelas jawabannya sudah, bukan? Karena untuk mengurangi beban kebutuhan energi listrik yang saat ini semakin meningkat di Indonesia.

Belajar dari tenaga nuklir di Jepang. Ternyata, energi nuklir merupakan prioritas nasional di Jepang.  Meskipun kepercayaan publik yang menurun drastis terhadap keamanan energi nuklir karena adanya bencana nuklir Fukushima Daiichi yang disebabkan karena gempa bumi dan tsunami Tōhoku tanggal 11 Maret 2011. Sehingga, wargapun mengungsi dari Tokyo agar tidak terkontaminasi nuklir. Wow, ternyata PLTN memiliki resiko! Tetapi wajar, letak geografis negara Jepang yang memang rawan gempa.

Untuk daerah Indonesia sendiri bagaimana? Ya, Indonesia memang rawan gempa terbesar di dunia. Karena Indonesia merupakan negara yang memiliki titik gempa terbanyak di dunia. Namun, perlukah hal itu kita khawatirkan? Bukankah Indonesia memiliki daratan yang sangat luas?

Saya pernah mendengar bahwa di Kepulauan Bangka Belitung akan dibangun PLTN bahkan tempat pertama pembangunan PLTN, karena sebagai daerah penghasil timah yang menghasilkan uranium sebagai bahan untuk membangkitkan tenaga listrik. Jadi, kita tidak perlu mengimpornya bukan? Untuk itu, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) sedang melakukan studi kelayakan terhadap hal tersebut. Bagaimana pendapat kalian?

Menurut pendapat saya, setuju. Kenapa? Daerah asal saya tersebut sering terjadi pemadaman listrik bahkan ada sekolah yang belum dialiri listrik. Miris bukan? Wilayah yang bukan merupakan titik rawan gempa mendukung penerimaan saya. Pemanfaatan nuklir di bidang kesehatan dan pertanian tentu akan mendukung pembangunan di Kepulauan Bangka Belitung. Sehingga, diharapkan agar baik di kalangan para pakar maupun di masyarakat awam pro tentang perlunya PLTN dibangun di Kepulauan Bangka Belitung.

Mungkin kalian bertanya-tanya, termasuk saya. Apa sih keuntungan dan kerugian PLTN?

Keuntungan PLTN dibandingkan dengan pembangkit daya utama lainnya adalah:
 Tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca (selama operasi normal) - gas rumah kaca hanya dikeluarkan ketika Generator Diesel Darurat dinyalakan dan hanya sedikit menghasilkan gas)
 Tidak mencemari udara - tidak menghasilkan gas-gas berbahaya sepert karbon monoksida, sulfur dioksida, aerosol, mercury, nitrogen oksida, partikulate atau asap fotokimia
 Sedikit menghasilkan limbah padat (selama operasi normal)
 Biaya bahan bakar rendah - hanya sedikit bahan bakar yang diperlukan
 Ketersedian bahan bakar yang melimpah - sekali lagi, karena sangat sedikit bahan bakar yang diperlukan
 Baterai nuklir - (lihat SSTAR)
Berikut ini berberapa hal yang menjadi kekurangan PLTN:
• Risiko kecelakaan nuklir - kecelakaan nuklir terbesar adalah kecelakaan Chernobyl (yang tidak mempunyai containment building)
• Limbah nuklir - limbah radioaktif tingkat tinggi yang dihasilkan dapat bertahan hingga ribuan tahun. AS siap menampung limbah ex PLTN dan Reaktor Riset. Limbah tidak harus disimpan di negara pemilik PLTN dan Reaktor Riset. Untuk limbah dari industri pengguna zat radioaktif, bisa diolah di Instalasi Pengolahan Limbah Zat Radioaktif, misal yang dimiliki oleh BATAN Serpong.
(Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Pembangkit_listrik_tenaga_nuklir)

Saya berharap generasi muda Indonesia sekarang ini bisa menjadi sumber daya manusia yang mampu mengembangkan teknologi nuklir di masa depan. Sehingga dari segi SDM pun kita siap mengatasi segala kerugian dan bahaya dari PLTN. Setidaknya kita perlu berlajar dari Amerika Serikat, Perancis dan Jepang yang telah mengembangkan pembangkit listrik tenaga nuklir.

Memang, pembangunan PLTN di Indonesia memiliki resiko tinggi. Oleh karena itu, harus didukung oleh kebijakan pemerintah dalam mempertimbangkan segala aspek secara komprehensif, baik itu teknis, sosial, ekonomi, keamanan masyarakat, lingkungan strategis dan potensi ancaman teroris serta sabotase.

Yuk sharekan tulisan ini ke keluarga, kerabat, dan orang-orang terdekatmu agar kita paham akan manfaat PLTN, sebelum negeri ini mengalami krisis energi listrik! Ingin tahu lebih dalam tentang teknologi nuklir? yuk join di sini www.nuclearyouthsummit2013.com. Ditunggu komentarnya juga untuk pembangunan negeri ini! Terima Kasih.