Share on :

Selasa, 16 April 2013

Membangun Teknologi Nuklir: Indonesia Butuh Pemuda dan Tekonologi Masa Depan




Sudahkah Anda mendengar Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)? Mungkin bagi sebagian masyarakat masih terlalu asing terdengar. Karena Indonesia saat ini baru mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) dan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Sedangkan PLTN sendiri masih dalam perencanaan. Penasaran bukan? Jadi, mari kita telusuri lebih dalam lagi artikel ini.

Seberapa besar sih masyarakat di Indonesia yang mengetahui manfaat iptek nuklir? Menurut jejak pendapat PLTN di Indonesia Tahun 2012 yang saya baca di infonuklir.com ternyata pengetahuan responden terhadap iptek nuklir relatif masih rendah, yaitu sekitar 31,77% mengetahui manfaat iptek nuklir. Miris bukan? 

Pengetahuan saya sendiri mengenai manfaat iptek nuklir itu hanya sebagai energi/pembangkit listrik saja. Ternyata tidak hanya itu, iptek nuklir juga bermanfaat dalam bidang persenjataan/militer, kesehatan, pertanian, industri dan energi.  Dalam bidang persenjataan/militer yaitu p
enggunaan senjata nuklir atau dikenal dengan bom atom yang memiliki kekuatan sangat dahsyat sebagaimana telah digunakan di Hiroshima dan Nagasaki. Wow, menakutkan ya?! Tapi Indonesia kan cinta damai :) Dalam bidang kesehatan, radiasi dan zat radioaktif dapat digunakan untuk tujuan dan terapi suatu penyakit. Dalam bidang pertanian, dengan teknik mutasi, radiasi dapat digunakan untuk memperbaiki sifat tanaman, misalnya tingkat produktivitas, daya tumbuh, ketahanan hama dan penyakit, serta umur tanaman sehingga diperoleh varietas tanaman yang bersifat unggul. Wow, ternyata memiliki banyak manfaat! Tapi penjabaran saya masih sangat sedikit dari penemuan manfaat teknologi nuklir sekarang ini! Sekarang sudah pahamkan? Semua itu telah dikembangkan di Indonesia kecuali dalam hal pengoperasian pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Padahal, energi nuklir layak untuk dipertimbangkan dalam perencanaan energi jangka panjang bagi Indonesia guna mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Pertanyaan selanjutnya, bagaimana penerimaan masyarakat terhadap pembangunan PLTN di Indonesia? Dari jajak pendapat tersebut juga terungkap bahwa 52,93% setuju, sementara yang tidak setuju sebesar 24,23% dan sisanya 22,83% menjawab tidak tahu. Jadi, rencana pembangunan PLTN ini menjadi kontroversi karena adanya pro dan kontra.

Menurut kalian, penggunaan energi nuklir di Indonesia sudah diperlukan belum sih? Jelas jawabannya sudah, bukan? Karena untuk mengurangi beban kebutuhan energi listrik yang saat ini semakin meningkat di Indonesia.

Belajar dari tenaga nuklir di Jepang. Ternyata, energi nuklir merupakan prioritas nasional di Jepang.  Meskipun kepercayaan publik yang menurun drastis terhadap keamanan energi nuklir karena adanya bencana nuklir Fukushima Daiichi yang disebabkan karena gempa bumi dan tsunami Tōhoku tanggal 11 Maret 2011. Sehingga, wargapun mengungsi dari Tokyo agar tidak terkontaminasi nuklir. Wow, ternyata PLTN memiliki resiko! Tetapi wajar, letak geografis negara Jepang yang memang rawan gempa.

Untuk daerah Indonesia sendiri bagaimana? Ya, Indonesia memang rawan gempa terbesar di dunia. Karena Indonesia merupakan negara yang memiliki titik gempa terbanyak di dunia. Namun, perlukah hal itu kita khawatirkan? Bukankah Indonesia memiliki daratan yang sangat luas?

Saya pernah mendengar bahwa di Kepulauan Bangka Belitung akan dibangun PLTN bahkan tempat pertama pembangunan PLTN, karena sebagai daerah penghasil timah yang menghasilkan uranium sebagai bahan untuk membangkitkan tenaga listrik. Jadi, kita tidak perlu mengimpornya bukan? Untuk itu, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) sedang melakukan studi kelayakan terhadap hal tersebut. Bagaimana pendapat kalian?

Menurut pendapat saya, setuju. Kenapa? Daerah asal saya tersebut sering terjadi pemadaman listrik bahkan ada sekolah yang belum dialiri listrik. Miris bukan? Wilayah yang bukan merupakan titik rawan gempa mendukung penerimaan saya. Pemanfaatan nuklir di bidang kesehatan dan pertanian tentu akan mendukung pembangunan di Kepulauan Bangka Belitung. Sehingga, diharapkan agar baik di kalangan para pakar maupun di masyarakat awam pro tentang perlunya PLTN dibangun di Kepulauan Bangka Belitung.

Mungkin kalian bertanya-tanya, termasuk saya. Apa sih keuntungan dan kerugian PLTN?

Keuntungan PLTN dibandingkan dengan pembangkit daya utama lainnya adalah:
 Tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca (selama operasi normal) - gas rumah kaca hanya dikeluarkan ketika Generator Diesel Darurat dinyalakan dan hanya sedikit menghasilkan gas)
 Tidak mencemari udara - tidak menghasilkan gas-gas berbahaya sepert karbon monoksida, sulfur dioksida, aerosol, mercury, nitrogen oksida, partikulate atau asap fotokimia
 Sedikit menghasilkan limbah padat (selama operasi normal)
 Biaya bahan bakar rendah - hanya sedikit bahan bakar yang diperlukan
 Ketersedian bahan bakar yang melimpah - sekali lagi, karena sangat sedikit bahan bakar yang diperlukan
 Baterai nuklir - (lihat SSTAR)
Berikut ini berberapa hal yang menjadi kekurangan PLTN:
• Risiko kecelakaan nuklir - kecelakaan nuklir terbesar adalah kecelakaan Chernobyl (yang tidak mempunyai containment building)
• Limbah nuklir - limbah radioaktif tingkat tinggi yang dihasilkan dapat bertahan hingga ribuan tahun. AS siap menampung limbah ex PLTN dan Reaktor Riset. Limbah tidak harus disimpan di negara pemilik PLTN dan Reaktor Riset. Untuk limbah dari industri pengguna zat radioaktif, bisa diolah di Instalasi Pengolahan Limbah Zat Radioaktif, misal yang dimiliki oleh BATAN Serpong.
(Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Pembangkit_listrik_tenaga_nuklir)

Saya berharap generasi muda Indonesia sekarang ini bisa menjadi sumber daya manusia yang mampu mengembangkan teknologi nuklir di masa depan. Sehingga dari segi SDM pun kita siap mengatasi segala kerugian dan bahaya dari PLTN. Setidaknya kita perlu berlajar dari Amerika Serikat, Perancis dan Jepang yang telah mengembangkan pembangkit listrik tenaga nuklir.

Memang, pembangunan PLTN di Indonesia memiliki resiko tinggi. Oleh karena itu, harus didukung oleh kebijakan pemerintah dalam mempertimbangkan segala aspek secara komprehensif, baik itu teknis, sosial, ekonomi, keamanan masyarakat, lingkungan strategis dan potensi ancaman teroris serta sabotase.

Yuk sharekan tulisan ini ke keluarga, kerabat, dan orang-orang terdekatmu agar kita paham akan manfaat PLTN, sebelum negeri ini mengalami krisis energi listrik! Ingin tahu lebih dalam tentang teknologi nuklir? yuk join di sini www.nuclearyouthsummit2013.com. Ditunggu komentarnya juga untuk pembangunan negeri ini! Terima Kasih.

6 komentar:

Anonim mengatakan...

uhmmm.. nuklir, kalau dengar kata nuklir pikiran saya langsung ingat peristiwa jepang yang sudah dijelaskan diatas. nuklir memang banyak manfaatnya tapi jika yang menangani adalah orang-orang yang memang "tahu dia tahu". seperti yang kita ketahui didunia ini ada empat jenis SDM yaitu "tahu dia tahu, tidak tahu dia tahu, tahu dia tidak tahu dan tidak tahu dia tidak tahu". nah kalau nuklir ditangani oleh orang yang "tidak tahu dia tidak tahu" maka akan menjadi suatu bencana bagi daerah yang dijadikan lahan untuk ini misalnya bangka, dan saya pernah dengar kalau sebuah nuklir meledak maka seluruh bangka akan kena imbasnya, apakah itu benar?..
dan kalau ditanya apakah saya setuju bangka belitung dijadikan tempat pusat nuklir maka saya setuju dengan bersyarat, kenapa? karena jika ditilik dari segi manfaat hal tersebut memang sangat bermanfaat n bisa memajukan bangka belitung baik dari segi perkenomian, kesejahteraan, pendidikan dan lain-lain, namun bagaimana resikoknya, disinilah pemerintah harus memenuhi syarat yakni pemerintah harus benar2 menyediakan SDM yang tahu bahwa dia tahu dan memberikan jaminan kepada masyarakat bangka belitung jika terjadi apa-apa (seperti asuransi), maaf, tidak seperti kasus lupur lapindo yang hampir 10 tahun tetap tidak terusus.

Dyah Setiyowati mengatakan...

Oke terima kasih buat saudari melia atas komentarnya. Menjawab tanggapan saudari, saya mengutip dari http://www.warintek.ristek.go.id/nuklir/info_nuklir/penjelasan_batan.html tentang Apakah SDM cukup untuk membangun dan mengoperasikan PLTN? Bahwa Persiapan penyediaan SDM PLTN sebetulnya sudah dimulai sejak awal 1980-an bersamaan dengan pembangunan RSG-GAS, yang saat itu sudah direncanakan sebagai suatu persyaratan awal sebelum masuk ke Industri Nuklir (baik untuk energi maupun non energi). Pembentukan Jurusan Teknik Nuklir di Fakultas Teknik Nuklir UGM, Jurusan instrumentasi Nuklir dan Proteksi Radiasi di bagian Fisika UI, serta Pendidikan Ahli Teknik Nuklir (sekarang Sekolah Tinggi Teknik Nuklir) merupakan suatu bagian besar penyiapan SDM untuk pembangunan dan operasi PLTN. Namun dengan adanya program PLTN yang tidak segera diputuskan, maka Jurusan Teknik Nuklir di UGM saat ini sudah berubah dan diganti menjadi Teknik Fisika. Jurusan Instrumentasi dan juga Jurusan Proteksi Radiasi dari Bagian Fisika UI, secara formal sekarang sudah tidak ada lagi. Saat ini masih terdapat kegiatan pendidikan tentang Iptek Nuklir di ITB sebagai bagian dari Departemen Fisika ITB (S1, S2, S3) dan juga di UGM (S3), meskipun peminatnya tidak banyak. Bagaimana saudari melia, apakah sudah cukup puas masalah penyediaan SDM yang tahu bahwa dia tahu? Selanjutnya, soal jaminan bila terjadi kecelakan, semoga hal tersebut sudah diambil langkah kebijakan oleh pemerintah.

Anonim mengatakan...

wahh..berarti sudah lama sekali hal itu sudah dipersiapkan yang berarti tentunya segala sesuatunya sudah dipikirkan masak2 :) kalau memang seperti itu saya semakin mendukung diadakannya penggunaan energi nuklir ini karena ntah itu kapan suatu saat kita memang harus berubah dan mencari energi alernatif untuk mengganti bahan energi lain yang keberadaanya semakin menipis. dan harapan saya semoga pemerintah dan pihak yang terkait telah memikirkan rencana apa yang harus dilakukan jika terjadi sesuatu dan lebih penting mempunyai tindak pencegahannya. good article saudari dyah, semoga article ini bermanfaat untuk membuka wawasan generasi muda agar berpikir positif terhadap energi nuklir :)

Dyah Setiyowati mengatakan...

Oh ya satu lagi info yang saya dapatkan ternyata pembangunan PLTN di Pulau Bangka masih menunggu jembatan Selat Sunda jadi dibangun. Ini sebagai penghubung dalam menyalurkan listrik ke Sumatera lalu ke Jawa. Terima Kasih saudari Melia :) Kunjungan Anda di blog saya sangat berarti sekali :)

Unknown mengatakan...

stuju.
D.banding sumbr lain pnggunaan nuklir lbh efisien. Iya pmbngunan fsilitasnya mahal, tp itu untk jangka wkt yg sangat pnjang.
Dgn kbradaan uranium yang trnyata melimpah d.bumi indonesia knapa tidak kita kelola dan manfaatkan? Org asing aja trtarik dgn potensi sda nuklir kita.
Ktersediaan energi slh 1 kunci mmajukan negeri ini.
Energi lancar investor brdtangan, pengangguran brkurang, devisa brtambh.
Gmana mau investasi klo listrik mati2, mahal. Blm lagi klo mau pke genset sndri bbm mahal, langka.
Solusinya? Jgn munafik, nuklir.
Jgn dgrkan mreka yg brkoar2 ttg dmpk radiasi. Pltd mnhsilkan polusi, pltu jauh lbh mhl pmbngunanya dan beresiko, knapa? Itu harus d.bgn d.tmpt yg geotermalnya dangkal, jwbnya? Dkt gunung api, apa jdinya klo gnung mletus? Kta jga ga tau apa dmpk pda bumi kta jika kta 'mnyuntikkan' air dgn skala bsar scr trus2an, bkan ga mungkin teori pndinginan mantel dan inti bumi trjadi. Plts? Efektifitas rndah, apa lagi untk skala bsar. Pmbuatan solar sel msh luar binasa mhal jka d.bndingkan dgn pltn ya mmbngkitkan energi yg sama bsar.
Angin? Sama saja, kontur daerah hrus datar dan trbuka, sdang ngara kita cendrung brbukit dan gunung. Angin dpt d.gunakan di iklim daerah gurun.
Jadi dri esai singkat saya ini, saya bropini, tnaga nuklir sudah sharusnya jd opsi utama pmerntah untk mmajukan negara yg relatif trtinggal ini. Udah bkan zamannya mmbndingkan dgn ngara yg scara sdm dan sda ga ada apa2nya d.bndng kta.
Kta malu, negara kaya sda tp d.kuasai asing, kaya sda tp cma jdi kuli, kaya sda tp cma d.jual mentah, kaya sda tp d.jual ke luar.
Sdm negara ini mlimpah. Nuklir itu mainan biasa sbenarnya, tp ktidak pdulian ngara ini pda mreka mmbwt mreka bkerja d.luar, ya krna mreka dan kluarga hrus makan.
Bkan hal bru sdm yg brilian justru trabaikan di negara yg katanya kaya, yg ktanya tongkat kyu dan btu bsa jd tnaman.
Sya ga ykin org yg triak2 anti nuklir itu mengrti nuklir, klopn mngrti apa ykin dia bcra tnpa cmpr tgn tikus dan bule2 itu?
Sdh saatnya yg mngrti dan pham yg brbicara, yg cuma tau tdur saat sidang, taunya nnton bokep pas sidang, yang taunya buat video msum, yg taunya jd entertain, yg pnjilat, yang taunya mnipulasi dana, yg taunya kampanye, yg taunya omdo DIAM!
Ckup dkung dgn serius kreasi kmi, hsil sni kmi, hsil otak brilian permata negara ini, dan lhat hsilnya anda2 akan trdiam mmbsu.
Jgn tanya apa pasti brhasil? tp katakan, saya ykin kalian akan mmbwt bngsa ini bangga.

Dyah Setiyowati mengatakan...

Wah komentar yang sangat memukau. Setuju. Sebenarnya pemanfaatan nuklir dari dulu telah dikembangkan di Indonesia. Bahkan telah kita gunakan tanpa kita sadari. Misalnya pada bidang medis, yaitu roentgen, terapi kanker, dan mungkin masih banyak lagi.

Posting Komentar